Sabtu, 10 November 2018

Perbedaaan Mobil 4WD dan 2WD

by mariana  |  in Otomotif at  November 10, 2018

Mobil sejatinya dibekali sistem penggerak yang disesuaikan dengan kebutuhan awal dibuatnya mobil tersebut. Tergolong sistem penggerak 4 roda. Tapi pemahaman mengenai mobil dengan 4WD (four-wheel drive) serta AWD (all-wheel drive) tetap belum tak sedikit diketahui. Lalu apa perbedaan keduanya?

Sistem 4WD bisa dikatakan menjadi yang paling lazim serta familiar di telinga orang awam. Normalnya diciptakan untuk mobil yang ditampilan khusus melibas jalan tanah (off-road). Semacam Jeep Wrangler, Toyota Land Cruiser, Land Rover Defender, sampai Mercedes-Benz G-Class.

Perbedaaan Mobil 4WD dan 2WD

Sistem ini menterjemahkan tenaga dari mesin menuju transmisi kemudian membagi rata keempat rodanya. Dalam bahasa yang sederhana, keempat roda berputar dengan cara bersamaan. Sistem 4WD sangat manjur dipakai untuk bermanuver dalam kondisi jalan yang ekstrem alias saat ban kesusahan mendapat traksi. Untuk mengaktifkan, biasanya sistem 4WD ini bisa dipilih oleh pengemudi dengan cara manual melewati transfer case.

Sayangnya sistem ini tak lebih akrab dalam faktor pemakaian sehari-hari. Bahkan faktor sepele semacam berputar arah saja bakal sangat menyulitkan saat sistem ini aktif. Roda di segi dalam tikungan sewajibnya berputar lebih lambat dari tahap luar, supaya mobil mudah bermanuver. Tak sama saat 4WD aktif yang membikin putaran ban tahap dalam serta luar rutin sama sebab terkunci. Dampaknya Kamu bakal mendengar suara mendecit pada ban.

Sedangkan AWD merupakan sistem yang lebih modern serta sedikit lebih rumit. Sistem ini diciptakan untuk bisa menterjemahkan tenaga dari mesin keempat roda dengan lebih pintar, baik melewati proses fisik dengan differential alias dengan cara elektronis mekegunaaankan sistem pengereman mobil demi mempertahankan traksi yang tak sama-beda di setiap roda.

Tidak sama dengan 4WD, sistem AWD tak butuh diaktifkan oleh pengemudi. Semua pengoperasiannya telah otomatis serta rutin aktif. Sistem ini diatur Engine Control Unit (ECU) untuk bekerja. Sensor yang ada di tiap roda memonitor traksi, putaran serta berbagai data lainnya dengan cara berkesinambungan. Dari data itu, ECU bakal menganalisis kondisi traksi serta memilih roda dengan traksi paling baik yang diberi transfer tenaga.

AWD terbukti tak sehebat 4WD dalam performa melahap kondisi off-road ekstrem di kecepatan rendah. Sebut saja semacam kegiatan rock crawling. Tapi, sistem ini sangat berguna dalam menambah pengendalian mobil serta efeknya memberbagi rasa aman di segala cuaca dengan stabilitas mobil yang lebih baik, tergolong berkendara di dalam kota.

Makanya sistem AWD tak sedikit diadpilihan sedan, station wagon, crossover, serta SUV. Kerumitan sistem ini juga membikin anggaran perawatannya lebih tinggi. Tapi memastikan sistem bekerja dengan baik merupakan faktor krusial bagi keselamatan berkendara.

Proudly Powered by Blogger.